Pemprov Malut Gerak Cepat Sukseskan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Ternate, HarianMalut – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat dalam menindaklanjuti program nasional Koperasi Desa Merah Putih, yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Pemerintah menargetkan untuk meluncurkan 70.000 koperasi desa pada 12 Juli 2025 sebagai upaya memperkuat perekonomian pedesaan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Maluku Utara, Wa Zaharia, menyampaikan bahwa sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis untuk menyukseskan program ini, termasuk sosialisasi dan koordinasi dengan dinas terkait di 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara.

“Kami telah menerima surat edaran dari Kementerian Koperasi terkait tata cara pembentukan Koperasi Merah Putih. Itu yang menjadi dasar sosialisasi dan koordinasi kami dengan kabupaten/kota,” ujar Wa Zaharia kepada rri.co.id, usai Rapat Koordinasi Virtual pada 25 Maret 2025.

Menurutnya, langkah awal yang telah dilakukan adalah menggelar pertemuan daring pada 18 Maret 2025 bersama Kementerian Koperasi dan wilayah 12 (Maluku Utara-Papua) guna mendengarkan paparan terkait strategi pembentukan koperasi ini.

  • Tiga Model Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Wa Zaharia menjelaskan, untuk mempercepat realisasi program, pemerintah telah menyiapkan tiga model pembentukan koperasi, yaitu:

  • Membangun Koperasi Baru

Dikhususkan untuk desa yang belum memiliki koperasi. Menyasar kelompok masyarakat strategis seperti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Perikanan (Pokdakan), dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

  • Mengembangkan Koperasi yang Sudah Ada

Diterapkan bagi koperasi aktif di desa, seperti KUD yang masih berjalan (4.088 koperasi) dan koperasi desa non-KUD (25.215 koperasi).

  • Revitalisasi Koperasi Tidak Aktif

Menyasar koperasi desa yang sudah ada tetapi tidak aktif atau mengalami kendala dalam operasionalnya.

“Kabupaten/kota dapat memilih model yang paling sesuai dengan kondisi wilayahnya, sehingga pembentukan koperasi bisa dilakukan dengan cepat dan efektif,” ucap Wa Zaharia.

Untuk memperkuat persiapan, Dinas Koperasi dan UKM Maluku Utara akan menggelar rapat koordinasi secara langsung pada April 2025. Pertemuan ini akan menghadirkan perwakilan dari Kementerian Koperasi serta dinas terkait dari seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara.

“Tujuannya adalah memperjelas langkah teknis dan mencari solusi atas tantangan yang mungkin dihadapi dalam pembentukan koperasi ini,” kata Wa Zaharia.

Ia menambahkan, Program Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi pusat ekonomi desa dengan menyediakan gudang modern dan enam outlet strategis untuk mengatasi masalah rantai distribusi panjang, keterbatasan permodalan, serta dominasi middleman yang sering menekan harga hasil pertanian dan perikanan.

“Dengan komitmen dari pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, Maluku Utara optimistis dapat menyukseskan program nasional ini demi meningkatkan kesejahteraan desa dan memperkuat ekonomi rakyat,” ucapnya.

KBRN

banner 250250

Komentar