Jakarta, HarianMalut – PT. Nusa Halmahera Mineral (NHM) melalui orang terdekatnya yang menemui para karyawannya yang melakukan aksi demo di kantor pusat pada Senin (24/3/2024) kemarin ingin bernegosisai dalam rangka upaya membatalkan aksinya selama berada di Jakarta.
Demikian hal itu ditegaskan Ketua Solidaritas Anak Muda Indonesia Timur (SMIT) Mesak Y Habari saat ditemui disela-sela aksinya dikawasan Pluit Jakarta Utara. Dia mengungkapkan bahwa perwakilan PT NHM melalui juru bicaranya yang bernama Iksan akan bertemu dengan karyawannya yang sudah dirumahkan di wisata Waduk untuk membicarakan soal gaji dan tunjangan karyawan yang selama ini belum dibayar adalah penghinaan dan sangat diremehkan.
“Kami datang jauh-jauh kesini di kantor pusat PT. NHM mau audensi dan mau bernegosiasi dengan Direktur Utama PT NHM Robert Nitiyudo Wachjo. Bukan kami dihadapkan dengan teror oleh preman dan kenapa kami harus ketemu utusannya yang lokasinya di kawasan waduk. Inikan penghinaan dan kesan sangat meremehkan sakali,” kata Mesak.

Dia sangat menyesalkan aksi demonya yang disabutasi oleh aparat Kepolisian Metro Jakarta Utara. Menurut dia seharusnya polisi bersikap netral dan profesional dalam melayani aksi demo yang digelar oleh SMIT dan karyawan yang dirumahkan oleh PT NHM kemarin.
“Kalau polisi netral dan betul-betul melayani massa aksi yang baik dan profesional tentu kami tidak dibuat seribet itu. Masa kami harus audensi dengan orang suruhan pak Haji Robert di taman waduk Pluit Jakarta Utara. Ada apa ini, dan kenapa itu bisa terjadi, aneh sekali perlu dicurigai para petinggi NHM itu,” tandasnya.
Merasa tidak dilayani dengan baik dan elegan, Ketua SMIT meminta massa aksinya agar segera meninggalkan lokasi demo di PT NHM untuk melanjutkan aksinya di kantor Kementerian Tenaga Kerja di Jakarta Selatan.
“Ada apa ini, kok pihak NHM sewa preman Jakarta jaga kantor dan mau adu demo dengan kami aksi kamrin, ini yang perlu saya pertanyakan pada Haji Robert, apakah sikap dan cara dia menyelesaikan masalah harus ada kontak fisik atau memang pak Robert sudah tidak mau membayar lagi hak-hak karyawan yang telah dirumahkan itu,” tanya Mesak.

Dia berjanji jika persoalan ini tidak lagi diselesaikan dengan cara yang baik-baik oleh pimpinan NHM, maka dia akan menempuh dengan cara lain agar nanti Robert Nitiyudo Wachjo bisa berhadapan langsung dengannya disuatu tempat. Yang jelas kata dia, ini adalah sebuah permainan perusahaan NHM yang tidak ada jalan untuk duduk bersama untuk dialog.
“Kalau Pak Robert tetap bersikeras tidak mau membayar hak-hak karyawan dan tidak mau menyelesaikan gaji serta THR karyawannya yang dirumahkan maka saya tetap berupaya melalui semua jalur di Jakarta. Dan saya pastikan dia akan membayar, lihat saja nanti,” katanya dengan nada kesal.
AD/BAM
Komentar